Terhitung sejak Jumat bada isya (15/07/2022) pesantren alam sabilul huda mengadakan rihlah camping bersama di taman hutan raya, ngargoyoso.
Di mulai dari kegiatan jalan malam, rute yang dilalui mulai dari pinggir jalan ngargoyoso hingga sampai pada lokasi perkemahan taman hutan raya. Perjalanan dilakukan dengan para santri membawa barang bawaan masing-masing, tanpa penerangan dan juga melawan suhu yang dingin.
Pada keesokan harinya (16/07/22) pada jam 03.00 WIB delam gelap dan dinginnya malam para santri melakukan qiamulail bersama, dilanjutkan sholat subuh dan muhasabah di temani hangatnya segelas susu jahe.
“Pelajaran apa yang kalian petik setelah melakukan perjalanan malam kemaren?” ustadz sodikin saat muhasabah
“banyak pelajaran yang bisa di ambil mulai dari berani untuk melawan ketakutan, menolong teman yang keberatan bawa tasnya, bersabar karna jalannya ga nyampe-nyampe hehe”jawab para santri
Kegiatan pagi hari dilakukan olahraga pagi, pelatihan baris-berbaris, serta melakukan penjelajahan alam dengan lajur yang terjal dan cukup ekstrem tapi para santri merasa senang.
hingga para acara api unggun, para santri menampilkan pentas seni berupa baris-baris, yel-yel, hingga pertujukan bela-diri.
Pada malam terakhir (17/07/2022) pukul 02.00 WIB, di adakan acara puncak yang terakhir yaitu jalan malam. Kegiatan ini berupa santri melintasi hutan yang dingin tanpa penerangan sendirian pada lewat tengah malam, hanya berbekal lilin dan berdzikir kepada allah swt.
"Hal yang di harapkan dari kegiatan ini adalah menanamkan rasa hanya takut kepada Allah, harus tangguh, kuat, berani. Berani itu bukan mengandalkan faktor diri tapi karena ia adalah hamba allah." Ustadz Sodikin pada saat briefing dengan para panitia
"Di ajarkan untuk hanya mengandalkan kepada Allah, bukan kepada panitia" lanjutnya
Tidak sedikit dari para santri yang merasa ketakutan namun rasa takut itu di ikuti rasa berani sekaligus senang karna bisa berhasil melewati hutan.

.jpeg)


